Selain sebagai senjata, keris juga merupakan sebuah warisan budaya yang sudah mengglobal. Sebagai sebuah bangsa yang mempunyai ikon warisan budaya dalam bentuk keris, perlu adanya kajian tentang asal usul keris di Nusantara guna memperkaya ilmu pengetahuan.
Saat ini penelusuran tentang asal usul keris di Nusantara memang sulit. Hal tersebut dikarenakan kurangnya data-data yang didapat. Penelitian yang sudah dilakukan adalah menelusuri keris dari relief-relief candi, seperti Candi Sukuh. “Dalam relief Candi Sukuh terdapat Empu yang berwujud Bima. Pada atribut Bima tersebut terdapat pesan sinandi bagi pemakai keris,” jelas Toto S Brojodiningrat, budayawan Besalen Tosan Aji Brojodiningrat Kartasura kepada Timlo.net Kamis (28/10).
Untuk membedakan keris dengan senjata lainnya, diperlukan kriteria tersendiri. Keris adalah senjata tusuk yang mempunyai unsur condong leleh, ganja, pesi, dengan ukuran tertentu. Keris Jawa mempunyai panjang maksimal 42 cm. Ukuran normal sebuah keris adalah 37 cm, dan ukuran minimal adalah 30 cm.
Asal usul kata Keris sudah ada dalam prasasti masa lampau. Pada Prasasti Poh tahun 827 Saka atau tahun 905 Masehi, kris yang diperkirakan berarti Keris selalu menjadi perlengkapan sesaji dalam upacara adat. Kris saat itu menjadi sebuah artefak kelengkapan ritual tetapi juga ada dalam perlengkapan pertanian dan pertukangan.
Selain itu dari sumber tertulis yang temukan pada prasasti disebutkan bahwa pembuat atau tukang logam dikenal dengan nama pande. Relief yang menggambarkan tentang pembuatan keris hanya terdapat di Candi Sukuh yang memperlihatkan sosok yang menempa bahan keris. Penempaan dilakukan pada bangunan Limasan yang beratap sirap.
Penempaan logam untuk keris disebut teknik pamor yang sudah ada dari jaman Mesir kuno sebagai cara pembuatan senjata. Menurut istilah Jawa, pamor disebut lar gangsir. “Jaman dahulu bahan yang digunakan untuk membuat keris selain besi juga digunakan batu meteor, sehingga ada kepercayaan bahwa bahan tersebut selain sangat keras juga memiliki daya spiritual yang tinggi sehingga dapat menakuti jin,” tambah Toto S Brojodiningrat.
Sumber : http://www.timlo.net/baca/4684/asal-usul-keris-di-nusantara/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar